Kita
sering diajarkan bahwa berbohong itu tidaklah baik karena akan
merugikan diri dan sekitar Anda. Tapi benarkah itu? Lalu apa yang
sebenarnya terjadi ke tubuh dan otak Anda pada saat Anda melakukan
kebohongan? Berikut ini bagaimana berkata jujur dan bohong mempengaruhi
otak dan kehidupan sehari-hari Anda.
Sekilas mengenai Kebohongan
Bohong atau berbohong adalah suatu pernyataan palsu yang diberikan
secara sengaja ke pihak lain dimana kemungkinan besar orang ini telah
mengetahui pernyataan aslinya (kejujurannya).
Dalam dunia ini banyak sekali jenis kebohongan dimulai dari pemalsuan,
setengah berbohong, penipuan, menggertak, bohong jujur (memberikan
pernyataan salah yang orangnya sendiri saja mempercaya pernyataan
tersebut sebagai sesuatu yang benar), dan bohong putih (white lie)
dimana merupakan kebohongan untuk kebaikan orang lain.
Apa yang sebenarnya terjadi pada saat Anda berbohong?
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kita sering sekali diajarkan
dan melihat di berbagai media bahwa berbohong bukanlah hal yang baik
seperti dapat merugikan kita dan orang lain. Tapi apa yang sebenarnya
terjadi secara nyata ke tubuh kita pada saat kita berbohong?
1. Membebankan ke Otak atau Pikiran Anda
Baik Anda percaya atau tidak, Berbohong membutuhkan upaya yang besar dan
ketelitian tertentu. Pada saat Anda berbohong, tentu Anda harus
mengingat kebohongan apa yang Anda lakukan. Tidak hanya itu saja, Anda
akan mulai melakukan berbagai upaya untuk menutupi kebohongan itu.
Dimulai dari Anda harus memikirkan hal-hal apa yang harus disembunyikan
agar kebohongan Anda tidak diketahui, pernyataan asli seperti apa yang
dapat menutupi kebohongan itu, bertindak seolah-olah kebohongan itu
nyata, dan harus mengingatnya terus menerus agar Anda tidak disebut
pembohong. Ini tentu akan membutuhkan upaya dari pemikiran dan
ketelitian Anda. Padahal tidak perlu melakukan ini semua jika Anda
berkata jujur.
2. Menyebabkan Stres.
Sama seperti kebanyakan hal negatif lainnya, kebohongan juga dapat
menyebabkan stres dan rasa tidak nyaman. Sebagai bukti nyata, Anda dapat
melihat polygraph machine (lebih kita kenal sebagai "lie detector").
Walaupun alat ini disebut sebagai alat untuk mengetahui atau mendeteksi
kebohongan, pada kenyataannya yang mereka deteksi bukan kebohongan itu
sendiri melainkan stres yang terjadi pada saat kita mengatakan sesuatu.
3. Dapat Mengancam Tubuh Anda.
Seperti yang telah diketahui secara umum, stres dapat mengancam dan
merusak tubuh Anda. Dimulai dari depresi, obesitas, kondisi kulit,
ketahanan tubuh menurun, masalah tidur, masalah pencernaan hingga
penyakit jantung.
Mungkin pada saat Anda berbohong, Anda tidak akan langsung mengalami hal
ini. Tetapi dengan menumpuk kebohongan secara terus menerus itu berarti
Anda juga menumpuk beban stres secara terus menerus ke tubuh Anda dan
akan memberikan efek nyata dari stres pada akhirnya. Selain itu seperti
yang telah dijelaskan Anda akan membutuhkan upaya besar dari otak Anda
untuk berbohong dan ini akan mendorong otak dan pikiran Anda sampai
batas tertentu.
Ini semua belum termasuk efek
negatif dari jika kebohongan Anda terungkap. Jadi apakah kita sama
sekali tidak boleh berbohong? Bagaimana dengan kebohongan
"putih" atau
white lie?
4. Efek Samping dari Berkata Jujur
Seperti yang dapat Anda bayangkan, berkata bohong dapat memberikan efek
negatif maka tentu berkata jujur akan memberikan efek positif. Sebagai
bukti nyata, sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang berkata
jujur memiliki gaya hidup yang lebih sehat dan mereka terbukti lebih
bahagia dibandingkan mereka yang berkata bohong.
Selain itu kejujuran juga tidak membebankan pikiran Anda, memberikan
Anda rasa kebebasan, menjada kredibilitas, membangun karakter,
menjauhkan masalah serta merupakan pilihan yang paling gampang.
Quote:
Bagaimana dengan Kebohongan "PUTIH"?
Bayangkan, pada saat Anda selesai makan di restoran yang penuh dengan
orang, seorang pelayan datang menghampiri Anda untuk memberikan bon ke
Anda, dan bertanya: "Bagaimana makanannya?" Sebagaimana tidak enak-pun
makanan tersebut, kemungkinan besar agar Anda tidak terkesan kasar, Anda
akan mengatakan "enak" atau paling buruknya adalah "biasa saja". Contoh
sederhana seperti ini adalah kebohongan "putih" atau white lie.
Walaupun kejadian sederhana seperti ini tidak membutuhkan pemikiran
mendalam, tapi ketahuilah bagaimana-pun bentuk kebohongan yang Anda
katakan akan memiliki efek negatifnya sendiri hanya dalam taraf yang
lebih ringan. Sebuah penelitian menunjukkan orang yang berbohong putih
di kejadian seperti ini akan memberikan tips lebih besar daripada mereka
yang berkata jujur. Jadi kebohongan kecil dapat saja merugikan Anda
dalam hal yang lain seperti hal finansial.
5. Apakah Kita tidak boleh Berbohong Sama Sekali?
Kehidupan itu tidak adil. Berbohong dapat menyebabkan stres dan efek
negatif lainnya, tetapi selalu jujur juga mungkin saja bukanlah sesuatu
yang terbaik. Jika Anda berada dalam sebuah kondisi yang benar-benar
mengancam Anda dengan berkata jujur, apakah Anda tetap harus tidak
berbohong? Melalui berbagai pertimbangan tentukanlah saat terbaik dimana
Anda harus benar-benar berbohong.
Setiap harinya kita terus mengambil keputusan yang sulit, dan berbohong
mungkin adalah salah satu alternatifnya. Tapi yang perlu Anda ketahui
adalah kejujuran dapat memberikan keuntungan lebih dalam hal mental dan
fisik daripada berbohong, oleh karena itu jika bisa, katakanlah
kejujuran. Semakin banyak Anda berkata jujur maka akan semakin bahagia
pikiran dan tubuh Anda.