Minggu, 30 Mei 2021

EDWARD JULIUS KERKHOVEN

 



JEJAK LELUHUR ...
Ini adalah leluhurku....Edward Julius (E.J) Kerkhoven.
Beliau adalah kakek buyutku, dan beliau pemilik perkebunan teh Sinagar Sukabumi yang sangat terkenal pada masanya.
Beliau lahir di Belanda tahun 1834 dan meninggal dan dimakamkan di Kp. Sinagar, Desa Nagrak Utara Kabupaten Sukabumi Jabar, tahun 1905




This is my ancestor .... Edward Julius (E.J) Kerkhoven.
He was my great-grandfather, and he was the owner of Sinagar Sukabumi tea plantation that was very popular in his time.
He was born in the Netherlands in 1834 and died and was buried in Kp. Sinagar, North Nagrak Village Sukabumi District Jabar, in 1905




Kamis, 20 Mei 2021

SERUAN SHOLAT JUM'AT

 

Bismillahirrahmannirrahiim

Wahai orang-orang yang beriman ! 
Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, 
maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. 
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

~ Surat Al Jumuah 9 ~

Rabu, 19 Mei 2021

ARTI TULISAN 8/17 RUDAL DRONE TURKI

 



Assalamu'alaikum ,

ARTI TULISAN 8/17 RUDAL DRONE TURKI


Ketika AS, Inggris, Perancis, Rusia, Yunani menuliskan Injil di bom-bom
mereka. Turki menuliskan di rudal drone tempurnya dengan kode angka: 8/17

Rudal Drone Turki Bertuliskan Kode "8/17", Diambil Dari QS 8 Ayat 17

"Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, 
akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, 
dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, 
tetapi Allah-lah yang melempar. 
(Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) 
dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, 
dengan kemenangan yang baik. 
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 
[QS. AL ANFAL 8:17]


Jumat, 05 Februari 2021

Jumat, 25 Oktober 2019

DHUHA YUK



Bismilahirahmanirahim
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).
Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ
Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).
Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ
Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,  “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).

Rabu, 20 September 2017

" W A K T U "


Assalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 
1. Demi masa,
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran
Hasan Al Bashri rahimahullah berkata :
“Dunia itu hanya tiga hari.
Kemarin, yang tak kan terulang.
Besok, yang belum tentu menemuinya.
Hari ini, tempat menabung amalan kita”
Mari kita coba maknai nasehat dari Hasan Al Bashri rahimahullah diatas…

Kemarin, yang tak kan terulang. Begitu banyak rangkaian kejadian dan aktifitas yang kita lalui di hari kemarin. Ada yang manis, tetapi tak sedikit yang pahit. Ada yang meninggalkan kesan bahagia, tetapi tak jarang yang berujung sedih. Namun setelah semuanya terjadi, maka akan berlalu. Sebenarnya kita hanya perlu untuk mengambil hikmah dan mensyukuri dari apa yang telah kita alami dan lakukan, apapun bentuknya. Karena bisa jadi yang pahit dan menyedihkan, mampu untuk menjadikan pribadi kita lebih taat dan kuat. Sebaliknya, yang manis dan bahagia, justru dapat menjerumuskan kita kepada kelalaian dan kehinaan. Maka mohonlah kepada Allah, agar kita diberikan hati yang bening dan hidup, agar mampu mengambil hikmah dan pelajaran yang bermanfaat. Ya Allah, lunakkanlah hati kami dengan mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu…

Besok, yang belum tentu menemuinya. Adakah yang bisa menjamin kita masih bisa berjumpa dengan hari besok? Tidak ada seorang pun, melainkan hanya Allah Ta’alaa semata yang Maha Mengetahui. Nasehat ini menghadapkan diri kita kepada satu hal penting; lakukanlah yang Allah dan Rasul-Nya sukai, sebaik-baiknya, dan saat ini juga. Karena kita tidak pernah tau, apakah kita masih bisa menemui hari besok untuk melakukannya, ataukah itulah yang terakhir bisa kita lakukan.

Hari ini, tempat menabung amalan kita. Hari yang sedang kita jalani saat ini, adalah kesempatan emas untuk mengisinya dengan ketaatan dalam bentuk amal ibadah. pastikan yang wajib tak terlewat, dan perbanyaklah mengerjakan yang sunnah. Besar kecilnya ibadah, tergantung pada niat dalam hati kita. Kita tidak pernah tau, amalan mana yang nanti akan membawa kita masuk ke dalam surga. Tugas kita hanya fokus beribadah serta memastikan lurusnya niat hanya pada Allah Ta’alaa. Jangan sia – siakan waktu kita dengan hal – hal yang tidak membawa manfaat, terlebih bagi akhirat kita kelak. Apalagi saat tubuh masih diberikan nikmat sehat, optimalkan untuk beribadah hanya pada-Nya. Pada akhirnya, setelah kemarin tak dapat diulang, besok tak tentu berjumpa, maka manfaatkanlah sebaik mungkin hari ini.


Wallahu A'lam Bishawab
Alhamdulillahirabbil'alamin
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh